Tampilkan postingan dengan label Backlink Dofollow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Backlink Dofollow. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

Cara memasang Rel ='Archives' dan Rel ='tag

Pembahasan tentang SEO memang tidak ada habisnya, sekarang saya akan menepati janji saya, yaitu tentang rel='archives' dan rel='tag.'

Rel='tag'

Rel='tag' berguna untuk memberitahu search engine, bahwa link itu berupa label/tag/category. Rel='tag' berguna karena jika Search Engine menemui link dengan artikel yang sama ( karena berbentuk label ), maka Search engine mengira anda melakukan 'duplicate content' dan akhirnya kena penalty. Sebenarnya, Search engine saat ini sudah canggih, sehingga anda tidak memperlukan rel='tag', tetapi, anda dapat memasangnya agar Search engine tidak melakukan kesalahan.

Rel='archives'

Rel='archives' berguna untuk memberitahu search engine yang mana link archive dan link biasa, berdasarkan waktu pengeposan post.

Memasang Rel='tag'

Pertama-tama, cari kode ini
<a expr:href='data:label.url'
Ganti dengan kode berikut
<a expr:href='data:label.url' rel='tag'

Memasang Rel=archives'

Lakukan ini jika anda memasang widget archive.
Cari kode ini
 <a class='post-count-link' expr:href='data:i.url'>
Sisipi rel='archives' di kanan atau kiri
<a rel="archives" class='post-count-link' expr:href='data:i.url'>
atau
<a class='post-count-link' expr:href='data:i.url' rel="archives">

Cara Merubah Blog menjadi Dofollow yang benar

Seperti yang sudah saya jelaskan pasa masing-masing topik pembahasan diatas, sobat sudah faham-kan bagaimana itu blog Nofollow dan Blog Dofollow ?? kalo sudah kita lanjut untuk membahas bagaimana caranya merubah Blog yang bersetatus Nofollow menjadi Blog Dofollow.
Berikut langkah-langkahnya:

1. Seperti biasa, Login ke akun blogger sobat
2. Masuk Rancangan/Layout
3. Pilih Edit HTML
4. Klik "Download Template Lengkap" (ini untuk memBackUp template sobat)
5. Beri tanda centang "Expand Template Widget"
6. Tekan Ctrl+F (untuk mempermudah pencarian) Cari kode berikut:
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'>
<data:comment.author/></a>

7. Gantilah kode diatas dengan kode berikut (ada 2 kode pilihan, pilihlah salah satu)

a. Menghapus kode: rel='nofollow'

Hasilnya:
<a expr:href='data:comment.authorUrl'>
<data:comment.author/></a>

b. Atau mengganti kode: rel='nofollow' dengan kode: rel='external'

Hasilnya:
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='external'>
<data:comment.author/></a>

8. Dan apabila sobat juga ingin merubah trackbacknya menjadi dofollow, ini bertujuan agar sobat bisa memberikan backlink kepada teman-teman blogger lainnya.
Carnya cari kode berikut:
<a expr:href='data:backlink.url' rel='nofollow'>
<data:backlink.title/></a>

9. tidak jauh dengan langkah pada no.7, ada 2 cara juga untuk merubahnya, pilihlah salah satu.

a. Menghapus kode: rel='nofollow'

Hasilnya:
<a expr:href='data:backlink.url'>
<data:backlink.title/></a>

b. Atau mengganti kode: rel='nofollow' dengan kode: rel='external'

Hasilnya:
<a expr:href='data:backlink.url' rel='external'>
<data:backlink.title/></a>

10. Sippp, selesai sob !! jangan lupa Simpan Template sobat.



Tambahan:
Bila sobat menanyakan atau bingung bagaimana cara mengetahui blog tersebut Nofollow atau Dofollow?? Berikut saya beri beberapa triknya:

Cara membedakan blog Nofollow dan Blog Dofollow dengan browser Mozila Firefox.
Dengan menggunakan Pengaya/Add-ons Mozila Firefox yaitu "addons nodofollow"

Silahkan Download Disini Klik saja Add to Firefox

Tapi sayangnya saya memakai firefox 4, jadi "Not available for Firefox 4.0.1"
Bila Add-ons tidak support dengan versi mozila sobat, carilah kemabli yang bisa suport dengan versi mozila sobat.
Lalu Instal Add-ons, bila proses instal sudah selesai pati firefox meminta untuk restart. (restart-lah firefox sobat)
Setelah restart, Add-ons siap igunakan. Nahh... gmn cara makainya gan ??
Berikut saya kasih contoh yang saya ambil dari kedua blog saya:

a. Silahkan buka salah satu artikel di blog ini,kemudian klik kanan,pilih NoDofollow. Perhatikan warna dari linknya,berwarna ungu. Berarti "Cara Mudah Membuat Blog menjadi Dofollow" adalah blog dofollow. (Ungu=dofollow)

b. Blog kedua adalah "contoh blog blablabla", silahkan buka pada salah satu artikel lalu klik kanan,pilih NoDofollow. Terlihat linknya berwarna merah muda,berarti blog ini nofollow.(pink=nofollow)

Oke, sekarang tinggal tugas sobat untuk mempraktekannya. Semoga Bermanfaat.

Blog rel="nofollow" dan Kesalahan menggunakan rel="dofollow"



Salah satu elemen HTML yang paling banyak memiliki atribut adalah tag a (<a></a>). Dua tahun yang lalu saya pernah menyinggung sedikit beberapa atribut link di dalam HTML Link dan Atribut-atribut Pentingnya. Selain atribut-atribut esensial seperti href, title, target, dan rel, ada  atribut lain, yang juga bisa digunakan di berbagai tag HTML, seperti id, class, dan style (untuk menyatakan CSS/styling). Atribut-atribut styling lama sangat jarang digunakan setelah kehadiran CSS (color, width, height, align, dll).

Semua atribut pada tag HTML memiliki fungsi:
1. Untuk memberikan perintah/informasi kepada browser
2. Untuk memberi informasi meta kepada robot crawler, seperti milik Yahoo, Bing, Google, dll.
3. Untuk memberi perintah/informasi kepada proses script seperti javascript, PHP, dll.

Untuk mencapai ketiga fungsi tersebut secara global, baik oleh browser, bot, dll, atribut atau properti baru harus diajukan sebagai microformat, yang diuji dan disetujui oleh W3C. Tanpa persetujuan, atribut dan properti yang diajukan tidak berfungsi, dan oleh karena itu tidak bisa digunakan. Ini yang menjadi landasan kita untuk pembicaraan atribut rel="nofollow" dan rel="dofollow" selanjutnya.

Atribut rel memiliki banyak sekali properti, puluhan, di antaranya adalahexternal, tag, prefect, bookmark, help, dll. Anda bisa cek beberapa properti umum atribut rel di sini. Kemudian muncul properti nofollow, dan yang baru-baru ini sedang kondang adalah properti author, me, dan publisher, yang digunakan oleh Google untuk mengkaitkan/validasi profil G+ penulis dengan halaman yang ditulisnya, guna memunculkan snippet author di hasil pencarian.
Hakikat Rel="Nofollow"
<a href="http://buka-rahasia.blogspot.com" rel="nofollow"></a>
Salah satu properti atribut rel yang cukup terkenal adalah "nofollow". Penggunaannya kini sangat luas. Bagaimana atribut ini bisa hadir? Tidak lain dan tidak bukan adalah atas inisiatif Google, spesifiknya, atribut rel="nofollow" diusulkan pada awal 2005 oleh Matt Cutts, yang saat itu menjadi software engineer Google, dan seorang Blogger bernama Jason Shellen, yang juga merupakan inisiator Blogger, Google Buzz, dan Brizzly. Mereka meyakini komentar spam berpengaruh buruk terhadap komunitas blogging (blogosphere) sehingga penggunaan atribut ini sangat dibutuhkan.

Masih pada tahun yang sama, Google mengumumkan bahwa hyperlink yang mengandung atribut rel="nofollow" tidak akan berpengaruh pada PageRanklink target. Dengan kata lain, atribut ini memberi isyarat kepada Googlebot untuk tidak "menghadiahkan" PageRank pada link yang dirujukkan oleh suatu halaman. Langkah ini diikuti oleh Yahoo, dan beberapa tahun kemudian, oleh Bing. Ask.com juga mengkonfirmasi penerapan yang sama jauh beberapa tahun belakangan. Namun demikian, masing-masing search engine memiliki intepretasi berbeda-beda terhadap rel="nofollow", efeknya bervariatif, dan tentunya memiliki tujuan sendiri-sendiri.  Penggunaan value nofollow  pada rel merupakan bahasa kepada algoritma search engine, dalam hal ini adalah robot crawler, untuk mengabaikan atau tidak mengikuti (no follow) sebuah link dan tidak meneruskan PageRank dari halaman perujuk (pemberi backlink).

Perdebatan mengenai kemunculan atribut baru ini cukup santer dan keras. Kebetulan pada waktu itu saya untuk pertama kalinya mengenal blogging dan mendengar sendiri pembicaraan hangat atribut rel="nofollow" itu, meski pada waktu itu belum benar-benar paham esensinya. Namun demikian, atribut ini tetap digunakan; pertama kali diterapkan pada Blogger, kemudian disusul oleh beberapa platform lainnya.

Meski penggunaan atribut ini memiliki fungsi jelas, banyak webmaster yang bisa mengakalinya untuk melakukan PageRank sculpting. Akhirnya, pada 15 Juni 2009, Matt Cutts mengumumkan di blognya bahwa Googlebot tidak akan memperlakukan rel="nofollow" seperti sebelumnya untuk menghindari kecurangan tersebut. Meskipun saat ini, dengan bantuan PHP dan atau JavaScript, kita bisa menghapus atau menyembunyikan rel="nofollow" (obfuscation). Ini yang mendasari pemunculan plugin-plugin/modul (yang kemudian dinamakan sebagai "dofollow") pada beberapa platform blog/website, yang akan kita bicarakan nanti.

Jadi sudah sangat jelas sekarang. Kesimpulan sederhana contohnya adalah:
1. Hyperlink tanpa atribut rel="nofollow" diikuti dan meneruskan PageRank:
<a expr:href='data:backlink.url''><data:backlink.title/></a>
<a expr:href='data:comment.authorUrl'><data:comment.author/></a>

2. Hyperlink dengan atribut rel="nofollow" tidak diikuti dan tidak meneruskan PageRank:
<a expr:href='data:backlink.url' rel='nofollow'><data:backlink.title/></a>
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'><data:comment.author/></a>
                                                 
Kemunculan istilah Dofollow, Blog Dofollow, dan rel="dofollow"
Sejauh pengetahuan saya, istilah ini muncul lantaran nama plugin WordPress ciptaan Dennis yang berfungsi menghapus/menyembunyikan rel="nofollow". Kehadirannya, pada 2005 juga, adalah sebagai reaksi pada penggunaan rel="nofollow". Menurutnya, atribut ini tidak ada manfaatnya (Februari, 2005), selamanya dan sampai kapanpun juga komentar spam akan terus ada. Sampai saat ini, plugin tersebut masih terus dikembangkan dan digunakan oleh blog-blog dofollow. Ya, namanya adalah Do Follow Plugin. Perhatikan pada kata Dodan Follow. Secara bahasa, kata do (auxiliary) di depan kata kerja positif berfungsi untuk menegaskan kesungguhan, yang artinya adalah "benar-benar mengikuti", sebagai lawan dari kata no follow. Ini seperti mengucapkan kata "I love you" namun kemudian memilih penekanan kesungguhan, jadinya "I do love you". :)

Lantas, istilah "DoFollow" ini diadaptasi untuk menunjukkan bahwa sebuah blog tidak mengandung rel="nofollow" pada hyperlink komentarnya. Pandangan ini berkembang menjadi gerakan perlawanan terhadap penggunaan rel="nofollow" yang tidak mereka setujui, dengan nama "Dofollow Movement". Blog-blog pengikut gerakan ini wajib mencantumkan label atau banner dofollow pada blognya. Pada akhir 2005, banyak blog-blog mengikuti gerakan ini dan mengikis habis rel=nofollow" dari blognya.  Jadi, blog dofollowadalah blog yang tidak menggunakan (menghapus) atribut rel="nofollow" pada link-link di blognya (setidaknya pada link komentar), bukan blog yang menggunakan rel="dofollow". Salah satu jargonnya yang paling terkenal adalah "U Comment, I Follow".

Pada prosesnya, ini menguntungkan spammer untuk lebih giat lagi mendapatkan backlink dari blog dofollow, sehingga lambat laun jumlah blog dofollow semakin berkurang. Saya dulu adalah salah satu dari mereka yang mengikuti gerakan ini dan pernah memiliki blog dofollow, baik di Blogger maupun WordPress (self-hosted). www.seowaps.comdulu adalah blog dofollow.

Kemunculan rel="dofollow"sebenarnya bersifat accidental. Dia hanyalah istilah atau nama yang dicantumkan untuk melawan rel="nofollow". Blog-blog dofollow mencantumkan tulisan rel="dofollow" pada blognya sebagai indikator, sama halnya dengan label "DoFollow". Artinya, atribut rel dan properti dofollow tersebut tidak benar-benar digunakan dalam hyperlink, melainkan hanya sebagai simbol. Sinyalir kemunculan atribut rel="dofollow" pertama kali di dalam hyperlink adalah dari direktori-direktori dan blog-blog yang khawatir apabila tag hyperlink yang mereka sediakan (sebagai reciprocal link atau pertukaran link) akan dibubuhi rel="nofollow" oleh pendaftar atau peserta tukaran link blog, sehingga kemudian dibubuhkan rel="dofollow" sebagai warning agar link tersebut tidak diedit dan atau ditambahi rel="nofollow". 

Tidak ada pihak satupun yang mengusulkan, mengajukan, dan meminta persetujuan penggunaan rel="dofollow" pada W3C. Dan karena memang tidak pernah diusulkan atau disetujui, maka tidak ada database satupun baik pada search engine, browser, maupun software pengolah script web yang memasukkan value properti dofollowini. Artinya, properti dofollow tidak dikenal sama sekali.

Lalu, mengapa rel="dofollow" tidak mengalami masalah ketika dibaca search engine dan browser, alias tidak ada error? Alasannya sederhana sekali, karena search engine dan browser tidak mengenali properti "dofollow", dan properti-properti microformat yang tidak dikenal diabaikan begitu saja. Karena tidak dikenali pada saat proses membacanya, maka kemudian dilewati begitu saja. Artinya, link anda yang menggunakan atribut rel="dofollow" dianggap tidak mengandung atribut rel apapun. 

Analoginya seperti ini, anda menambahkan sebuah elemen div di halaman blog dan menghiasnya dengan CSS. Katakanlah, anda menggunakan atribut class dan properti cssdiv (class="cssdiv"), kemudian membuat .cssdivlengkap dengan stylingnya di head atau file terpisah. Lalu, tanpa sengaja, anda keliru memberi nama properti di tag div. Jika seharusnya adalah <div class="cssdiv">, namun keliru menuliskan menjadi <div class="cssdivv">. Apa yang akan terjadi? Karena browser tidak menemukan properti tersebut pada file CSS (tidak ada database), maka browser kemudian melewatkan pemrosesan styling pada div. Hasilnya, div tidak akan dihiasi apapun. Inilah yang terjadi pada rel="dofollow". Karena properti dofollow tidak dikenali maka tag link dianggap tidak mempunyai atribut rel, search engine mengabaikannya:
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='dofollow'><data:comment.author/></a>
<a expr:href='data:backlink.url' rel='dofollow'><data:backlink.title/></a>

Sama saja dengan ini:

<a expr:href='data:comment.authorUrl'><data:comment.author/></a>
<a expr:href='data:backlink.url''><data:backlink.title/></a>

Nah, pertanyaannya, mengapa repot-repot menambahkan rel="dofollow"?

That's it and have a nice blogging, as always...

Rabu, 25 Desember 2013

Kumpulan Artikel Seowaps

A. PANDUAN SEO


  1. Bagaimana Algoritma Google Panda Bekerja
  2. Bagaimana blog mendapat peringkat di Google
  3. Black Hat atau White Hat SEO?
  4. Broken link Tools
  5. Cara Membuat SEO Bekerja Untuk Anda?
  6. Cara blog peringkat 1 di search engine
  7. Cara mendapatkan Pagerank
  8. Cara submit sitemap
  9. Creating Google Friendly Sites
  10. Dofollow Vs Nofollow dalam kualitas komentar SEO
  11. Dofollow dan Nofollow
  12. Domain Authority DA - New !!
  13. Faktor backlinking Meningkatkan Situs SEO
  14. Google Untuk Mengambil tindakan keras kepada blog dofollow
  15. Google untuk situs web multibahasa dan multinasional
  16. Jasa Seo Indonesia
  17. Kesalahan untuk Hindari Ketika Menggunakan rel=canonical
  18. Keyword Density
  19. Kontes SEO yang baik Dapat Meningkatkan kualitas website
  20. Kualitas Website Turun! Tahu Alasan Kemungkinan
  21. Link Building SEO meningkatkan Visitor
  22. Link Building Seo
  23. Link building sangat penting untuk SEO Blog
  24. Manfaat web Caching Kinerja dari Web Caching
  25. Membuat website seo firendly yang di sukai google
  26. Mengatasi duplikat meta deskripsi
  27. Meta Keyword Seo terbaik
  28. Metode Link Building yang baik
  29. Metode SEO 2013
  30. On page SEO
  31. Page Authority PA - New !!
  32. Panduan seo terlengkap
  33. Pengertian Keyword Density
  34. Perhitungan backlink untuk pagerank
  35. Pertempuran peringkat pagerank website
  36. SEO website hal yang terpenting meningkatkan kualitas website
  37. Search Engine
  38. Search Engine Optimization
  39. Strategi Kata Kunci Incomplete Tanpa Intent Pengguna
  40. Tips Hindari Sebuah penalti Duplikat Konten
  41. Tips SEO Killer optimalkan website
  42. Tips SEO untuk Membuat Situs Search Engine
  43. Tips SEO wordpress
  44. Tips untuk Mengurangi Bouncing Pada suatu website seo
  45. cara membuat backlink yang benar
  46. strategi menaikan page rank google

Search Engine Optimization ( Version English )
  1. 13 Quick and Easy Ways (Even You) Can Screw Up Your SEO Campaign
  2. 5 Quick Tips for Writing a Successful Landing Page
  3. 5 Steps to Organic Ranking Success
  4. 5 Ways to Use Census Data to Improve Local SEO
  5. 9 Irrefutable Reasons Why You Need SEO
  6. An SEO Client's Bill of Rights
  7. An SEO's Bill of Rights
  8. Content Optimization Tutorial: How to SEO your Content for Rankings
  9. Delegating Your SEO Tasks Into a Successful SEO Campaign
  10. Directory submissions guide - New !!
  11. Domain Authority DA - New !!
  12. Dublin Core Metadata for SEO and Usability
  13. Every Good Content Strategy Starts With Having an Actual Strategy
  14. Getting SEO into the Rest of Your Marketing
  15. Good SEO Starts with Smart Purchasing Decisions
  16. Google is checking your conversions -- are you?
  17. Google's Panda ranking algorithm changes SEO forever
  18. H1 Tag Improves Search Engine Ranking - New !!
  19. How Important is Online Visibility?
  20. How Your SEO Communication Affects a Client's Perception of Success
  21. How do you break into SEO?
  22. How many pages are on your Web site?
  23. How to Build Links to Your Inner Pages
  24. How to Get the Most Value From Your SEO Investment
  25. How to Optimize a Web Page in 7 Easy Steps
  26. How to Rebuild Yahoo
  27. How to Use Heading Tags for SEO
  28. Improving Your Blog SEO
  29. Is SEO a Long-Term or a Quick Fix Issue?
  30. Judging the Quality of a Link
  31. Keyword Density
  32. Link Building Strategies for 2013
  33. Link Building in SEO
  34. Making the Case For SEO in a Social Media World
  35. Our SEO Services
  36. Page Authority PA - New !!
  37. Ramping Up Your Seasonal SEO
  38. Reaching Better Website Position
  39. Revisiting Your Onsite
  40. Revisiting Your Onsite SEO
  41. Robots.Txt: A Beginners Guide
  42. SEO Friendly Content
  43. SEO Strategies: Avoid Jumping the Gun
  44. SEO is Out! Inbound Marketing is in?
  45. Search Engine Optimization Basics - Keywords
  46. Search Engine Optimization Glossary
  47. Search Engine Optimization Techniques: Playing Conservatively
  48. Search Marketing Is Like Dating
  49. Seven (Non-SEO) Tips to Having a Successful SEO Campaign
  50. Small Business SEO: Do it Right or Don't Do it at All
  51. The Complete Guide to Mastering Your Meta Tags
  52. The Definitive Guide to Google Analytics for SEO Professionals
  53. Think Your SEO Can Beat the Algorithms? Beat This...
  54. Those Who Don't Learn SEO are Doomed to Repeat It
  55. Translators aren't search experts
  56. Understanding and Celebrating the Little SEO Wins
  57. What Does a Winning SEO Team Look Like? This...
  58. What is Page Authority?
  59. What is a PageRank and How Important is it in 2013?
  60. What's Local SEO?
  61. Where to Begin with SEO? Start Here!
  62. Why Google's Latest Updates Matter to SEOs
  63. Why Your PPC Campaigns are Like the Stock Market and Careful Management of Your 'Portfolio' Matters
  64. Writing Google Places Reviews to Improve Rankings
  65. keyword research - New !!
  66. seo title tag - New !!
  67. strategy pagerank google
  68. what is pagerank - New !

B. PANDUAN BLOGGER ( Blogspot )

  1. Cara membuat richsnippets
  2. Kumpulan Efek Blogger
  3. Cara membuat direktori artikel di blog
  4. Cara Membuat Blog
  5. Cara mengganti font judul postingan blog
  6. Cara membuat iklan di bawah judul postingan
  7. Cara membuat iklan di bawah postingan blog
  8. Cara Menambahkan atau mengklaim situs di webmaster Tools
  9. Pengelolaan Domain Situs
  10. Cara daftar blog di webmaster google
  11. Cara mendapatkan Pagerank
  12. Cara menambah kolom footer di blog
  13. Cara Menambah Kolom di Bawah Header Blog
  14. Membuat Widget Blog Hanya Tampil di Homepage
  15. Cara Mengganti Background Post Blockquote di Blog
  16. Membuat Widget Blog Hanya Tampil di Postingan
  17. Cara Memasang Scroll Kotak Komentar blog
  18. Cara Membuat Efek Salju di Blog
  19. Cara Memasang Scroll pada Kategori Blog
  20. Cara Memasang Yahoo Messenger di Blog
  21. Cara Mengganti Favicon di Blog
  22. Cara Membuat Kotak Komentar Facebook di Blog
  23. Cara Memasang Counter Flag di Blog
  24. Cara Pasang Lagu di Blog
  25. Cara Memasang Tombol Follow Twitter di Blog
  26. Cara Membuat Text Area di Blog
  27. Cara Membuat Judul Blog Bergerak
  28. Cara Membuat Random Post di Blog
  29. Cara Membuat Random Post di Blog
  30. Cara Memasang Widget Jam di Blog
  31. Cara Membuat Link Bergoyang di Blog
  32. Menampilkan Link Sumber Ketika Artikel Di copas
  33. Cara Membuat Anti Copy Paste Di Blog
  34. Cara Membuat Semua Link Terbuka di Tab Baru
  35. Cara Merubah Ukuran Kotak Komentar di Blog
  36. Cara Mengganti Background Blog dengan Gambar
  37. Cara Membuat Kotak Admin Di Bawah Postingan blog
  38. Cara membuat kotak admin di blog
  39. Cara membuat kotak komentar wordpress di blog
  40. Cara membuat kotak komentar wordpress di blog
  41. Cara Mempercepat Loading Blog
  42. Cara Membuat Kotak Komentar Admin di blog
  43. Cara Membuat Daftar Isi di Blog
  44. Cara Membuat Recent Post dengan Thumbnail
  45. Tips SEO wordpress
  46. Cara Membuat artikel terkait di blog
  47. Cara Membuat Headline News di Blog
  48. Cara membuat tulisan mengikuti kursor di blog
  49. Cara membuat dan memasang ShoutCamp di Blog
  50. Memasang Artikel Acak di Blog
  51. Cara membuat chat online di blog
  52. Cara membuat permalink di blog seo
  53. Cara Membuat Menu Navigasi Horisontal di blog
  54. Cara Membuat Menu Navigasi Horisontal di blog
  55. Cara membuat Breadcrumb Terindeks Google
  56. Cara membuat blog dofollow
  57. Cara menghapus threaded comments di blog
  58. Membuat Tanda Tangan di Blog
  59. Cara mempercepat loading blog
  60. Cara Membuat Rating Bintang di Hasil Pencarian Google
  61. Cara membuat wigget menjadi nofollow
  62. Cara submit sitemap

    C. PANDUAN GOOGLE ADSENSE